Menu

Title

Subtitle

Blog Search

Blog Archive

Comments

There are currently no blog comments.

Ini Cara Mengadakan Aqiqah Secara Islam

January 21, 2017

Aqiqah itu berarti memutus & melubangi, serta ada pun yang mengeluarkan bahwa akikah adalah pamor bagi satwa yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong, dan dikatakan pula bahwa akikah merupakan sabut yang untuk si budak ketika menyembul. Adapun maknanya secara syari’at adalah hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang dilahirkan. Aqiqah adalah sembelihan yang disembelih untuk bujang yang segar lahir. Pengatur kitab Mukhtar Ash Shihhah mengatakan: " Al-'Aqiqah / Al-'Iqqah berarti adalah serabut makhluk yang baru dilahirkan, baik khalayak atau binatang. Dinamai agaknya daripadanya binatang yang disembelih untuk bani yang segar lahir saat hari keseminggunya.

1. Kecil Hukumnya
Aqiqah hukumnya ialah sunnah muakkad, sekalipun wali dalam keadaan sulit. Aqiqah dilakukan sebab Rasulullah saw. dan para sahabat. Berikut adalah hadits-hadits tentang mengakikahkan anak yang baru mengembol.

1. Rasulullah saw. berkata:
“Setiap balita tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan (kambing) untuknya pada hari ke tujuh, dicukur & diberi nama” [HR Abu awud, no. 2838, at-Tirmidzi no. 1522, Pelerai demam Majah no. 3165 dan sebagainya dari saudara Samurah bin Jundub r. a.. Hadits ini dishahihkan oleh al-Hakim dan disetujui oleh adz-Dzahabi, Syaikh al-Albani dan Syaikh Abu Ishaq al-Huwaini di dalam kitab al-Insyirah Fi Adabin Nikah hlm. 97]#@@#@!!.

2. Ashhabus Sunan menceritakan:
Bahwa Nabi saw. meng-aqiqahkan Hasan & Husain (cucunya dari Fathimah - pen) masing-masing seekor kambing qibasy.

3. Dan dari Salman bin Amir Ash-Dhabiey, kalau Nabi saw. bersabda: "Untuk anak laki-laki aqiqahnya. Tumpahkanlah atasnya darah, serta hilangkanlah daripadanya kotoran dan najis. " (Riwayat Al-Khamsah).

4. Hadits dalam shahih Bukhari
Setiap anak bertepatan aqiqahnya, jadi sembelihlah hewan dan hilangkanlah gangguan darinya.

5. Hadits riwayat Bubuk Daud
Rasulullah saw Shallallaahu 'alaihi wa Sallam memerintahkan meronce agar beraqiqah dua termuda kambing yang sepadan (umur dan besarnya) untuk momongan laki-laki dan seekor wedus untuk momongan perempuan.

6. Hadits tambo Malik serta Ahmad
Fatimah Binti Rasulullah saw SAW (setelah melahirkan Patut dan Husain) mencukur sabut Hasan & Husain kemudian ia menzakatkan dengan perak seberat tingkat rambutnya.

7. Hadits tambo Abu Daud dan Nasai
Barang siapa diantara kamu ingin beribadah mengenai anaknya terdesak dilakukan aqiqah untuk bani dua ekor kambing yang sama umurnya & untuk budak perempuan seekor kambing.

2. Aqiqah Untuk Anak Laki-Laki & Anak Perempuan
Yang afdhal untuk bani disembelihkan dua ekor kambing/domba yang mirip dan umurnya bersamaan. Dan untuk bani perempuan 1 ekor.
Atas Ummu Karz Al-Ka'biyah berkata: Aku sudah mendengar Rasulullah saw saw. berfirman:

" Untuk anak laki-laki dua ekor wedus yang seiras, dan untuk anak cewek satu termuda. " & dibolehkan tunggal ekor kambing untuk bani. Rasulullawh saw. pernah melaksanakan yang demikian untuk Laksmi dan Husain r. a., seperti di dalam hadits yang lalu.
“Dahulu kami dimasa jahiliyah asalkan salah seorang diantara aku mempunyai budak, ia merebahkan membantai kambing serta melumuri kepalanya dengan darah kambing ini. Maka sehabis Allah mengundang islam, kita menyembelih wedus, mencukur ataupun menggundul kepala si bocah dan melumurinya dengan minyak wangi. ” [HR. Abu Daud juz 3 hal 107].

Di hadits lain yang berisikan tentang sejarah aqiqah yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban “Dari Aisyah ia berkata ‘Dahulu orang orang2 pada sekiranya jahiliyah bila mereka beraqiqah untuk seorang bayi, itu melumuri randu dengan sundut aqiqah, kemudian ketika mencukur rambut si bayi tersebut melumurkan di kepalanya’. Oleh sebab itu Nabi saw bersabda, ‘Gantilah darah itu dengan minyak wangi. ’” [HR Ibnu Hibban juz 12 hal 124].

3. Tenggat Penyembelihan

1. Jika memungkinkan, penyembelihan dilangsungkan pada hari ke-7. Jika tidak, oleh karena itu pada hari ke-14. domba aqiqah bandung Dan jika yang demikian masih bukan memungkinkan, dipastikan pada hari ke-21 dari hari kelahirannya. Jika masih tidak memungkinkan maka dalam kapan aja. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dikatakan:?????????????????????????????? "Disembelih pada hari ketujuh, serta pada hari ke-empatbelas, dan pada hari kedua puluh satu. "
Rangkaian Berikutnya:
- Memberikan anak nama
- Memotong rambutnya.
- Bersedekah seberat timbangan rambutnya.

2. Mengenai syarat fauna kambing yang dapat jadi aqiqoh itu sama beserta syarat hewan qurban (kurban) sbb:
- Kambing: simpan berusia 1 (satu) tahun dan merembes usia (dua) tahun.
- Domba: simpan berusia 6 (enam) tarikh dan masuk bulan ke-7 (tujuh).
- Tidak mahir ada anggota badan hewan yang cacat.
- Dagingnya tidak piawai dijual.

4. Bersamaan Jurang Qurban & Aqiqah.
Atas sini tampil pertanyaan, adalah bolehkah menggabungkan niat aqiqah dan persembahan? Bila sesuatu itu diperbolehkan apakah berdasar pada otomatis kurban yang dikerjakan sekaligus mampu menggugurkan anjuran akikah? Hal hal itu ada dua pendapat:

Qurban yang ia tunaikan ini bisa sekaligus diniatkan aqiqah dan menyabot anjurannya. Gagasan ini adalah opsi yang disampaikan sebab Mazhab Hanafi dan satu diantara riwayat Ahmad. Dari tataran tabi’in, Al-Hasan Al-Bashri, Pelerai demam Sirin, serta Qatadah, mufakat dengan pandangan ini. Mereka berargumentasi, pokok kedua kebiasaan sama, yaitu mendekatkan bangun kepada Sang pencipta swt. oleh sembelihan satwa. Keduanya sanggup saling melengkapi dan menimbun. Kasus hukumnya sama pada shalat tentu di Masjid disertai secara niat shalat sunah tahiyyatal masjid. Mantan mufti Arab Saudi, Syekh Muhammad bin Ibrahim, mendukung opsi tersebut.

Kedua ibadah itu bukan boleh disatukan dan tidak bisa menyabot salah satunya. Qurban adalah qurban dan aqiqah adalah aqiqah. Pendapat ini disampaikan sambil Mazhab Maliki, Syafi’i, & salah satu sejarah Mazhab Ahmad. Alasan yang mereka kemukakan, yaitu masing-masing dari akikah dan persembahan memiliki wujud yang tidak sama. Maka tersebut, satu setara lain tidak boleh digabung. Latar belakang & motif di balik kesunnahan kedua ibadah itu pun berseteru. Jadi, tenang tepat disatukan. Misalnya, denda yang halal di haji tamattu' serta denda yang berlaku pada fidyah.

Go Back

Comment